9jyo.Asia Berita Online

Berita Utama

Perbedaan AGV Corsa dan AGV Pista

Perbedaan helm agv corsa dan agv pista Sejarah dari helm agv AGV merupakan kependekan dari  Amisano Gino Valenza adalah perusahaan helm a...

Peristiwa

Showbiz

Foto

Video

Sabtu, 19 September 2020

Perbedaan AGV Corsa dan AGV Pista

Perbedaan helm agv corsa dan agv pista

Sejarah dari helm agv



AGV merupakan kependekan dari  Amisano Gino Valenza adalah perusahaan helm asal Italia yang didirikan oleh Gino Amisano. Awalnya pada tahun 1946, perusahaan ini membuat jok kulit untuk kendaraan bermotor. Setahun kemudian, yaitu tahun 1947, perusahaan ini mulai membuat helm pertamanya. Pada Juli 2007, perusahaan dibeli oleh Dainese.

Brand ini selalu dihubungkan dengan juara dunia balap Valentino Rossi dan Giacomo Agostini, keduanya merupakan pengguna helm AGV selama karir mereka. Pada tahun 2008, Rossi dinobatkan sebagai presiden kehormatan perusahaan. Selain itu, brand ini juga sering dikaitkan dengan juara dunia Formula One pada masa terdahulu seperti Niki Lauda, Emerson Fittipaldi dan Nelson Piquet sebagai penggunanya. Bagi kamu yang ingin mengetahui sejarah dari AGV, silahkan simak informasi di bawah ini.

Helm motor pertama AGV dibuat tahun 1947. Amisano telah melihat pembalap motor yang menggunakan sesuatu yang terlihat lebih baik pada balapan di jalanan tempat pemulihan pasca perang, mereka melindungi kepala mereka dengan topi baret dari karet. Yang lebih beruntung dapat melindungi kepala mereka dengan helm Cromwell yang berbentuk seperti mangkuk puding yang dibuat di Inggris. Amisano langsung melihat peluang bisnis untuk perusahaannya dan segera berpindah ke pasar pembuatan helm motor.

Helm pertama AGV terbuat dari kulit, dibentuk dari cetakan kayu yang kemudian dilepas dan dimasukkan ke oven lalu dikeringkan selama satu jam pada suhu 122oF  dan dicat setelah mengeras. Helm ini benar-benar buatan tangan (handmade), dengan produksi terbatas yaitu lima buah per minggu. Amisano merupakan perintis sejati dalam desain helm. Seperti Italia yang bekerja keras untuk membangun kembali ekonominya setelah perang, begitu juga AGV. 

Helm modern Italia pertama yang terbuat dari fiberglass muncul pada tahun 1954. Model ini menuntun pada pembuatan model yang disebut sebagai ‘the 160’ yang berlanjut menggunakan bentuk klasik mangkok puding dengan penggunaan bagian dalam menyilang yang menjadikan helm mengamankan kepala pengendara. Model ini mendapat sukses besar. Pada 1956, helm jet AGV mulai diproduksi. Model baru ini didasarkan pada helm yang digunakan oleh pilot jet tempur dan menawarkan perlindungan yang lebih baik. Tahun 1958, AGV menjadi perusahaan pertama yang menggunakan balap motor sebagai tempat beriklan. Amisano memasang banner di sekitar belokan yang paling sering di foto yang dihiasi dengan nama perusahaan dan produk: AGV, helmets and saddles, Valenza, Italy.

Satu decade kemudian, sebuah kerjasama dengan Giacomo Agostini tak dapat terelakkan; juara dunia balap motor yang hanya ‘dimahkotai’ helm AGV. Kontrak pertama ditandatangani tahun 1967 seharga 3 juta lira untuk ‘Bergamo Superstar’ yang menjadi pembalap pertama dalam buku Amisano. Kemenangan Agostini di lomba balap motor Count Agusta 350cc dan 500cc menjadikan brand AGV helm yang terkemuka di mata dunia.

Tahun 1974, ada duel bersejarah antara Agostini dan Kenny Roberts, yang keduanya merupakan pembalap Yamaha 750s. Agostini menang di hadapan 100.000 orang penonton. Gino Amisano melihat bahwa masa depan kejuaraan balap motor terletak pada kejadian-kejadian seperti itu dan bisa menjadikan helmnya digunakan oleh pembalap tercepat. Kemudian dia berteman dengan Checco Costa dan menjadi sponsor balapan bukan hanya pembalap. Dia merupakan sponsor parsial pada kejuaraan balap tahun 1974 dan sponsor penuh pada tahun berikutnya yang dikenal sejarah sebagai ‘AGV Imola 200 Miles’. Pada tahun-tahun berikutnya, banyak event, pembalap serta pilot yang memutuskan untuk mengasosiasikan nama mereka dengan AGV antara lain: Giacomo Agostini, Barry Sheene, Kenny Roberts, Johnny Cecotto, Angel Nieto, Marco Lucchinelli, Franco Uncini, Fausto Gresini, dan masih banyak yang lainnya.

Sejarah AGV merupakan cerita, antusiasme serta passion dari para pembalap. Setelah dimiliki oleh perusahaan investasi Belgia selama beberapa tahun, perusahaan kembali ke tangan seorang Italia, Lino Dainese, Presiden dari Dainese S.P.A. yang membeli AGV pada 30 Juli 2007.

Perbedaannya:




Agv Corsa

Bahan : Tricomposite

Ventilasi atas hanya bisa digeser

Inner line dari agv corsa berwarna hitam

Harganya sekitar 7 sampai 11 juta tergantung motif

 

 

 

Agv pista

 


Bahan : Carbon fiber

Ventilasi atas bisa lepas pasang

Inner line nya untuk seri pista valentino rossi berwarna kuning berlabel 46

 

Harga dari 13 sampai 28 juta tergantung motif

Selasa, 11 Februari 2020

Spesifikasi dan Harga Xiaomi Black Shark 2



Pabrikan asal China Xiaomi kembali menghadirkan sebuah smartphone terbaru mereka bernama  Xiaomi Black Shark 2 . Smartphone ini resmi di luncurkan di Indonesia pada 18 September 2019 lalu. Gawai ini hadir dengan perfoma yang lebih tangguh dan lebih multitasking. Pihak Xiaomi mengklaim bahwa Black Shark 2 ini merupakan ponsel flagship snapdragon 855 paling terjangkau. 

Sementara itu dalam hal desain ponsel ini memiliki model yang lebih fresh dan lebih keren dengan tampilan layar lebar. Hadirnya Xiaomi Black Shark 2 ini merupakan salah satu langkah cerdas yang dilakukan Xiaomi. Pasalnya, Xiaomi seperti memahami kebutuhan para pecinta game. Seperti bocoran yang sebelumnya tersebar, konsep desain dari Xiaomi Black Shark 2 ini memang dibuat lebih unik dengan mengutamakan desain futuristik ala gamers. Hal ini tampak dari bentuk bodi ponsel yang terdapat lekukan tegas sehingga sedikit terkesan sporty. 




Mengenai spesifikasi Xiaomi Black Shark 2 ini hadir dengan konsep desain yang hampir sama dengan Black Shark generasi pendahulu. Yang mana akan menggunakan layar selebar 6.39 inci AMOLED yang dipastikan mampu menunjang grafis game yang jauh lebih halus dan tajam. Xiaomi Black Shark 2 ini juga mengandalkan chipset Snapdragon dengan tipe 855 Octa Core dengan RAM sebesar 6 GB/8 GB/12 GB. Selain memiliki kelebihan tersebut, Xiaomi juga menghadirkan dual kamera utama canggih dengan sensor tinggi  48 Megapixel + 12 Megapixel dan juga dilengkapi kamera depan 20 Megapixel dan diklaim mampu menampilkan ketajaman resolusi tinggi Full HD+ 1080 x 2340 pixel yang akan memberikan bidikan kamera yang lebih jernih dan tajam. 


Xiaomi Black Shark 2 Pro ini hadir dengan 3 pilihan warna berbeda antara lain perak, hitam, biru. Sementara dari segi konektivitas Xiaomi Black Shark 2 sudah didukung jaringan internet 4G LTE, Dilengkapi Dual SIM Card dan di sector keamanan ponsel ini di lengkapi dengan pemindai sidik jari pada layar ponsel. Xiaomi Black Shark 2 memiliki baterai handal dari jenis Lithium Ion (Li-Ion) yang memiliki kapasitas daya baterai maksimal 4000 mAh. Untuk sistem prosesornya Xiaomi Black Shark ini menggunakan Sistem Android Pie 9.0. untuk masalah harga, Xiaomi Black Shark 2 dibanderol mulai Rp. 5.999.000 di legkapi bonus aksesoris gamepad left side version.


Kelebihan Xiaomi Black Shark 2 :
  • Didukung akses internet 4G LTE
  • Slot Dual SIM Card
  • Dilengkapi pemindai fingeprint pada bagian layar
  • Layar lumayan lebar 6.39 inci
  • Resolusi sudah Full HD+ 2340 x 1080 pixel
  • Tipe layar AMOLED
  • Menggunakan Chipset Qualcomm SDM-855 Snapdragon 855
  • Octa Core Processor
  • RAM yang cukup besar kapasitasnya 6 / 8 / 12 GB
  • GPU Adreno 640
  • Sistem operasi Android Pie 9.0
  • Memori internal sebesar 128 GB/256 GB
  • Dual kamera utama 48 MegaPixel + 12 MegaPixel dan kamera depan 20 MegaPixel
  • Dilengkapai sistem navigasi GLONASS, BDS dan A-GPS 
  • Baterai  Lithium Ion 4000 mAh

Kekurangan Xiaomi Black Shark 2:
  • Smartphone premium namun belum bersertifikat IP68/IP68
  • Tidak ada tempat kartu SD sebagai memori tambahan
  • Tidak ada  lubang jack 3.5 mm
  • Tidak dilengkapi fitur radio AM/FM


Nah, itu tadi adalah ulasan lengkap mengenai spesifikasi dan harga Xiaomi Black Shark 2. Semoga bermanfaat untuk kita semua, dan Thank You

Intermezzo

Travel

Teknologi